2040 PLN Menargetkan Kapasitas Pembangkit Berbasis EBT Capai 80 GW

ebt

75 Persen Berbasis EBT dan 25 Persen Berbasis Gas

Biomassabiru.com – Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengumumkan rencana perusahaan untuk membangun infrastruktur transmisi sepanjang 45.700 km yang akan mendukung pengembangan jaringan listrik yang terkoneksi secara digital atau smart grid. Pengumuman ini disampaikan dalam acara “Road to PLN Investment Days 2024” di Jakarta pada Rabu (6/3/2024).

“Jadi kalau 47.000 kilometer, kalau mau keliling bumi bersama dengan saya, itu 42.500 km keliling bumi, ditambah 5 ribu lagi, 47.500 km itu. Jadi, dalam hal ini, ada suatu pembangunan infrastruktur secara masif,” ungkapnya.

Langkah ini dilakukan seiring dengan upaya PLN untuk meningkatkan kapasitas pembangkit listrik berbasis energi baru dan terbarukan (EBT).

Lebih lanjut, Darmawan menjelaskan bahwa pembangunan transmisi diperlukan untuk mendekatkan sumber pembangkit listrik berbasis EBT dengan pusat permintaan listrik. Hal ini karena seringkali terdapat jarak yang cukup jauh antara sumber listrik dan pusat permintaan listrik. 

Dengan penambahan infrastruktur transmisi yang ramah lingkungan ini, PLN berharap dapat mengoptimalkan potensi EBT yang belum sepenuhnya dimanfaatkan di Indonesia, seperti energi hidro, panas bumi, angin, matahari, dan ombak laut.

Dalam revisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) kali ini, PLN memproyeksikan penambahan kapasitas pembangkit listrik hingga tahun 2040 sebesar 80 Giga Watt (GW). Dari jumlah tersebut, 75% diantaranya akan berasal dari pembangkit berbasis EBT, sementara 25% sisanya akan berasal dari pembangkit berbasis gas.

“Sampai tahun 2040, penambahan kapasitas pembangkit totalnya sekitar 80 GW. 75 persennya berbasis pada energi baru terbarukan. 25 persennya adalah berbasis pada gas,” ungkapnya.

Sumber : Listrik indonesia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *